Mengapa Satwa Barat dan Timur Indonesia Tak Pernah "Ngobrol"?
Kenapa sih kita tak pernah bertemu dengan Burung Cendrawasih dan Kangguru di Sumatra? Kenapa kita juga tak pernah bertemu dengan Gajah dan Harimau di Papua? Padahal, secara geografis, pulau-pulau di Indonesia terlihat seperti "tetangga dekat". Ternyata, ada sebuah rahasia besar yang tersembunyi di bawah permukaan laut dan sejarah Bumi jutaan tahun lalu. Selamat datang di dunia Garis Wallace dan Garis Weber.
1. Alfred Russel Wallace: Sang Detektif Alam
Kisah ini dimulai pada tahun 1850-an, ketika seorang naturalis asal Inggris bernama Alfred Russel Wallace berkeliling Nusantara. Saat ia menyeberang selat sempit antara Bali dan Lombok, ia menyadari sesuatu yang aneh:
Di Bali: Burung-burung dan mamalianya mirip dengan yang ada di benua Asia (seperti Burung Jalak).
Di Lombok: Hanya berjarak sekitar 35 km, burung-burungnya justru lebih mirip dengan spesies dari Australia (seperti Burung Kakatua).
Garis imajiner yang memisahkan Bali-Lombok serta Kalimantan-Sulawesi inilah yang kemudian disebut Garis Wallace.
2. Garis Weber: Si Penyeimbang Populasi
Jika Wallace fokus pada "jenis" hewan apa yang ada di sana, seorang ilmuwan bernama Max Wilhelm Carl Weber datang belakangan untuk menghitung "keseimbangan"-nya. Garis Weber terletak lebih ke timur, melewati Kepulauan Maluku. Garis ini menjadi titik tengah di mana jumlah satwa asal Asia dan satwa asal Australia memiliki proporsi 50:50. Di sebelah timur garis ini, pengaruh Australia menjadi sangat dominan.
3. Perbedaan Garis Wallace dan Garis Weber
Perbedaan utama antara Garis Wallace dan Garis Weber terletak pada wilayah geografis yang dibagi. Garis Wallace membagi wilayah antara Asia dan Australia, sementara Garis Weber membagi wilayah antara Asia dan Wallacea. Garis Wallace juga lebih dikenal karena memisahkan dua daerah zoogeografis utama, yaitu Oriental (Asia) dan Australis (Australia). Di sisi lain, Garis Weber memisahkan wilayah Asia dan Wallacea, yang memiliki karakteristik flora dan fauna yang lebih unik.
4. Mengapa Garis Ini Ada?
Mengapa hewan-hewan ini tidak berenang saja menyeberang? Jawabannya ada pada Zaman Es.
Paparan Sunda: Dulu, Sumatra, Jawa, dan Kalimantan menyatu dengan daratan Asia karena permukaan air laut turun. Harimau bisa berjalan kaki dari Thailand ke Jawa.
Paparan Sahul: Papua dan Kepulauan Aru menyatu dengan Australia. Itulah sebabnya ada Kangguru Pohon di Papua.
Zona Wallacea: Wilayah di tengah (Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara) dikelilingi oleh palung laut yang sangat dalam. Bahkan saat zaman es, wilayah ini tetap terisolasi oleh laut. Inilah mengapa satwa di sini sangat unik dan endemik (tidak ditemukan di tempat lain di dunia).
5. Tiga Kerajaan Fauna di Indonesia
| Wilayah | Nama Zona | Karakteristik Satwa | Contoh Satwa |
| Barat | Asiatis | Mamalia besar, kera, burung berkicau. | Harimau, Gajah, Orangutan. |
| Tengah | Peralihan | Unik, purba, dan tidak ada di tempat lain. | Komodo, Anoa, Babirusa. |
| Timur | Australis | Mamalia berkantung, burung berwarna cerah. | Kangguru Pohon, Cendrawasih. |
https://www.detik.com/jogja/berita/d-8247550/garis-wallace-dan-garis-weber-pengertian-wilayah-dan-persebaran-faunanya
Komentar